Kamis, 06 Januari 2011

Koperasi sekolah

Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas siswa sekolah..Koperasi sekolah juga merupakan salah satu substansi dalam manajemen layanan khusus sekolah yang dimana keberadaannya sangat menunjang kegiatan pembelajaran siswa di sekolah. Koperasi sekolah didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Koperasi No. 638/SK PTS/Men/1975 tentang Ketentuan Pokok Pendirian Koperasi Sekolah. Koperasi sekolah tidak disahkan sebagai badan hukum dan statusnya koperasi tercatat. Keberadaan koperasi sekolah akan di minati  jika keberadaannya memberikan fungsi atau manfaat bagi siswa.Keunggulan yang harus dari koperasi sekolah antara lain meliputi: (1) koperasi memiliki ukuran ruangyang cukup besar (2) jenis layanan yang ada di koperasi tersebut tidak hanya meliputi bidang usaha tetapi juga bidang jasa (3) koperasi tersebut memiliki prestasi, yaitu koperasi tersebut ditetapkan sebagai koperasi dengan sistematika
Tujuan koperasi sekolah adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tata perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Sedangkan pembentukan koperasi sekolah di kalangan Guru dan siswa dilaksanakan dalam rangka menunjang pendidikan siswa dan latihan berkoperasi. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini. Kegiatan dalam koperasi sekolah meliputi: (1) perencanaan program koperasi (2) pengorganisasian koperasi; (3) jenis layanan yang ada di koperasi; (4) pengawasan dan pelaporan koperasi (5) kontribusi yang diberikan koperasi
Struktur Organisasi Sekolah
  1. Anggota
  2. Pengurus
  3. Badan Pemeriksa
  4. Pembina dan Pengawas
  5. Badan Penasehat
            Dalam penelitian koperasi sekolah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, sedangkan  rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Studi kasus yang digunakan adalah studi kasus observasional. Pada penelitian ini peneliti merupakan satu-satunya pengumpul data, dimana peneliti melakukan sendiri teknik-teknik pengumpulan data. Adapun teknik pengambilan datanya menggunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sudah didapatkan akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan tiga cara yaitu ketekunan pengamatan, triangulasi, dan ketercukupan referensial.
            Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan program koperasi dilakukan oleh keseluruhan personel koperasi yang meliputi manajer koperasi dan karyawan koperasi, dalam hal ini Kepala sekolah juga ikut terlibat. Kegiatan perencanaan tersebut dilakukan melalui beberapa langkah (2) koperasi sekolah memiliki struktur organisasi dan mekanisme kerja tertulis yang dirumuskan bersama sebagai pedoman dalam menjalankan program kerja. Manajer koperasi selalu melakukan pembinaan secara rutin kepada karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. (3) jenis layanan yang ada di koperasi sekolah  meliputi a) layanan bidang usaha b)layanan bidang jasa (4) proses pengawasan di koperasi dilakukan oleh badan pengawas. Pelaporan yang dilakukan oleh karyawan koperasi berupa laporan keuangan bulanan dan laporan persediaan barang (stock opname) (5) kontribusi yang diberikan oleh koperasi berupa kontribusi materi dan kontribusi non materi.

Ciri-ciri Koperasi Sekolah
  1. Bentuknya Badan Usaha yang tidak berbadan Hukum.
  2. Anggotanya siswa-siswa sekolah tersebut.
  3. Keanggotannya selama kita masih menjadi siswa.
  4. Koperasi sekolah dibuka pada waktu istirahat.
  5. Sebagai latihan dan praktek berkoperasi.
  6. Melatih disiplin dan kerja.
  7. Menyediakan perlengkapan pelajar.
  8. Mendidik siswa hemat menabung.
  9. Tempat menyelanggarakan ekonomi dan gotong royong.
Keanggotaan koperasi sekolah bersifat terbuka dan sukarela, namun dibatasi hanya
kepada siswa-siswa dari sekolah yang mendirikan koperasi tersebut. Dengan
kata lain, tidak dapat ditambah dengan siswa sekolah lain. Jika koperasi sekolah
tersebut berada dalam satu kompleks sekolah (misalnya terdiri dari SD, SMP, dan
SMA), maka siswa di setiap tingkatan sekolah tersebut semuanya dapat menjadi
anggota koperasi sekolah. Meski tidak menutup kemungkinan masing-masing
tingkatan sekolah mendirikan koperasi sendiri-sendiri (jadi ada tiga tingkat
koperasi di satu kompleks sekolah itu). Anggota koperasi sekolah dapat
mengundurkan diri kapan saja, tetapi khusus untuk koperasi sekolah kebebasan
keluar ini dapat mungkin dihindari atau dibatasi. Alasannya, agar siswa dapat
belajar mengenai berorganisasi dan berwirausaha.
Agar koperasi sekolah berhasil mencapai tujuannya, para anggota harus aktif
memajukan usaha koperasi dengan cara rajin menghadiri rapat kerja supaya dapat
memikirkan bersama persoalan-persoalan dalam koperasi. Di luar organisasi,
anggota koperasi dapat menjaga nama baik koperasi sekolahnya.
ketentuan Keanggotaan Koperasi Sekolah
1. Mereka yang diterima menjadi anggota koperasi sekolah adalah siswa sekolah
tempat koperasi itu didirikan.
2. Setiap anggota mempunyai hak yang sama dalam Rapat Anggota, satu anggota
memiliki satu suara.
3. Keanggotaan koperasi sekolah tidak dapat dipindah tangankan kepada orang
lain.
4. Setiap anggota koperasi sekolah wajib memenuhi dan melaksanakan
ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam koperasi, misalnya:
a. Memenuhi dan melaksanakan AD/ART;
b. Keputusan rapat anggota; serta
c. Tata tertib dan ketentuan-ketentuan lainnya
5. Setiap anggota harus loyal, taat, dan menjunjung tinggi nama koperasi
sekolah.
6. Setiap anggota berhak memilih dan memilih dan dipilih sebagai pengurus
atau badan pemeriksa.
7. Keanggotaan koperasi berakhir apabila:
a. Siswa yang bersangkutan meninggal dunia;
b. Siswa yang bersangkutan pindah sekolah;
c. Siswa yang bersangkutan berhenti sekolah karena tamat belajar/lulus pada
sekolah tersebut dan/atau alasan lainnya; serta
d. Sebab-sebab lain sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh koperasi
sekolah yang diatur dalam anggaran dasarnya (AD)

teknologi komputer

Seiring perkembangan zaman yang semakin canggih, kemajuan teknologi di berbagai bidang juga menunjukkan kelebihan dan kemajuannya.
Salah satunya adalah teknologi dalam bidang Komputer. Teknologi Komputer pada masa ini sudah menjadi bagian sehari-hari, yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan.
Kehidupan manusia saat ini nampaknya sudah tidak dapat lagi dilepaskan dari teknologi Komputer. Bahkan, banyak peralatan berbasis komputer saat ini yang umum digunakan dan dimiliki oleh masyarakat, misalnya personal data assistant (PDA), global position system (GPS), mobile computer (desktop, laptop), mobile phone (HP), translator, dan sebagainya.
Komputer (computer) diambil dari computare (bhs latin) yang berarti menghitung (to compute atau to reckon). Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri.
Awal mula teknologi komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarang profesor Matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memerhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika.
Mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang Matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertentu.
Perkembangan ilmu teknologi komputer semakin maju. Sejak dirintis pertama kali oleh Babbage sebagai bapak komputer pertama kali.
Dari yang berukuran besar dan berton-ton beratnya hingga sekarang komputer bisa dibawa kemana-mana. Bahkan, ada yang bisa dimasukkan ke dalam saku mirip handpone dan bisa mengakses internet.
Umat manusia telah mencapai kemajuan sangat pesat dalam separuh abad ini dibandingkan semua tahapan dalam sejarah manusia.
Salah satu alasan adalah kemajuan pesat dalam bidang teknologi komputer, yang merupakan salah satu hal penting dalam teknologi informasi. Saat ini teknologi informasi sudah menyentuh setiap aspek kehidupan manusia.
Pada mulanya, para Ahli membuat teknologi komputer hanya untuk mengolah data dalam membantu mempermudah pekerjaan Ilmuwan. Lama kelamaan merambat ke dunia Perkantoran dan Pendidikan. Kini, hampir semua bidang kehidupan saat ini sangat memerlukan teknologi komputer.
Maka dari itu, keterampilan menggunakan komputer menjadi sangat penting diperlukan dalam proses belajar atau mengajar dari TK sampai Universitas, dan dalam kehidupan sehari hari.
Teknologi komputer sangat membantu sebagai Alat Bantu (media), Alat Uji, Alat Peraga yang dapat berinteraksi dengan siswa/anak. Namun interaksi komputer dengan anak, tetap memerlukan peran manusia (pengajar/guru yang berpengalaman).
Untuk mengamalkan Teknologi Komputer, sangat diperlukan ialah:
Pertama: tenaga Pengajar Yang Berpengalaman,
Yang kedua ialah Pengadaan Peralatan LAB Komputer dan lain lain.
Saat ini sudah banyak sekolah yang menjadi sekolah favorit karena mempunyai tenaga pengajar komputer berpengalaman, memiliki lab komputer yang memadai lengkap dengan Internet 24 Jam.
Semoga Pendidikan dengan bantuan komputer bisa membuat proses belajar tidak lagi membosankan dan bisa membuat pendidikan Indonesia bangkit mengejar dan mengalahkan negara maju.


MANAJEMEN STRATEGI DAN PERENCANAAN


Manajemen strategi adalah sebuah pengambilan keputusan oleh seorang manajer dan bawahannya untuk meningkatkan kinerja dalam sebuah organisasi dengan tujuan mampu mencapai apa yang dicita-citakan untuk masa depan. Manajer strategi mempunyai peran penting dalam sebuah perusahaan karena dia dapat menghasilkan kinerja perusahaan yang lebih tinggi, meningkatkan tingkat adaptasi sebuah perusahaan terhadap lingkungan yang ada baik internal maupun eksternal, mambantu dalam memfokuskan gol setting, serta dia banyak berperan dalam proses pengambilan keputusan.

Dalam membuat manajemen strategi harus melalui beberapa proses di antaranya adalah:

1.Penetapan misi, obyek, maupun tujuan yang jelas
2.Menganalisis lingkungan perusahaan atau organisasi baik dari pihak eksternal maupun internal
3. Perumusan strategi
4. Pemilihan, penetapan, dan pengimplementasian strategi
5. Evaluasi dan pengendalian strategi

Dengan adanya manajemen strategi maka akan mempermudah perusahaan untuk memahami kekuatan bersaing dan mengembangkan keunggulan kompetitif berkelanjutan secara sistematis dan konsisten. Sehingga dia menjadi salah satu alat perencanaan untuk mencapai sebuah tujuan perusahaan atau organisasi. Mungkin dalam sebuah perusahaan sudah mempunyai brand yang sangat menarik konsumen, maka perusahaan harus meletakkan manajemen strategi yang bagus agar perencanaan yang telah dicita-citakan sesuai dan brand yang telah menjadi ciri khasnya tidak mudah di ambil orang lain. Jadi, antara teknik dan tool perencanaan serta strategi manajemen mempunyai hubungan erat dan saling mengisi. Karena perencanaan tanpa adanya manajemen strategi yang baik, maka sebuah perusahaan tidak akan bisa mencapai tujuannya sesuai dengan perencanaan. Bahkan dia akan beresiko seperti adanya kegagalan yang luar biasa sampai akhirnya gulung tikar hanya karena manajemen strategi perusahaan yang tidak sistematis. Di dalam berjalannya sebuah manajemen strategi pasti akan diikuti oleh beberapa tantangan-tantangan maupun ancaman. Di antara ancaman manajemen strategi adalah masuknya anggota baru, adanya barang pengganti, kekuatan tawar menawar dengan para pembeli maupun pemasok, serta adanya persaingan masa kini. Dengan banyaknya tantangan yang harus dihadapi maka sebagai seorang manajer perusahaan harus mampu berinovatif sehingga bisa berkopetensi dengan perusahaan pesaingnya. Jadi, salah satu karakter seorang manajer adalah harus mempunyai potensi yang tinggi baik dari segi konsep, komunikasi, maupun dalam manajemen strategi sehingga dalam mengambil keputusan mendapatkan segala yang dicita-citakan oelh perusahaan sejak proses perencanaan

Fungsi perencanaan (planning) dalam manajemen (Plan-Do-Check-Action /P-D-C-A), merupakan aspek awal dalam proses berjalannya manajemen. Sedangkan perencanaan sendiri sering dibagi menjadi dua, ditinjau dari segi waktu dan sifatnya. Yakni perencanaan yang bersifat strategis dan perencanaan yang bersifat operasional. Perencanaan yang bersifat strategis atau sering disebut dengan strategi, adalah perencanaan untuk jangka panjang. Dan operasional lebih bersifat teknis. Strategi juga terkadang hampir mirip artinya dengan taktik. Tetapi secara makna istilah kata bisa bermakna berbeda. Analoginya seperti permainan sepakbola. Strategi posisi seperti 4-4-1-2 berbeda dengan taktik setiap pemain untuk menghadang pemain satu per satu (one to one). Nah, definisi strategi sendiri juga bisa diartikan bermacam-macam. Tetapi jika dalam sudut pandang organisasi sebuah perusahaan, maka secara umum istilah strategi dapat bermakna sebagai langkah-langkah untuk melaksanakan dan mewujudkan tujuan perusahaan. Dalam cakupan yang lebih luas adalah untuk menggapai visi dan misi. Salah satu buku yang cukup banyak membahas mengenai strategi adalah karangan Dewit & Meyer yang berjudul ”Strategy Synthesis”. Jadi, manajemen strategi adalah ilmu pengelolaan dari strategi-strategi yang telah dirancang. Sehingga tepat sesuai sasaran. Pengelolaan dan pembuatan strategi dalam sebuah organisasi perusahaan berbeda-beda. Karena setiap organisasi perusahaan adalah unik dengan beberapa variabel terkait yakni jenis perusahaan, metode pembuatan strategi dan faktor eksternal lain. Jadi yang terpenting untuk selalu diperhatikan adalah agar pembuatan strategi itu tetap berpatokan pada visi utama yang diinginkan.

Salah satu hal yang harus dipahami di awal yakni mengenai cara memandang organisasi perusahaan. Organisasi tentunya mempunyai visi. Yakni cita-cita tertinggi. Tidak semua perusahaan raksasa yang telah berkembang pesat, mempunyai visi yang tegas dan mantap di awal proses berdirinya perusahaan. Tetapi juga tidak ada salahnya memantapkan di awal. Sebab seiring terus tumbuhnya perusahaan, akan ada momentum atau milestone untuk mengubah atau memantapkan visi tersebut. Bisa karena sebuah ideologi atau bahkan bersifat finansial/komersial. Setelah memahami visi, selanjutnya adalah memahami mengenai lingkungan bisnis. Baik internal maupun eksternal. Lingkungan artinya organisasi perusahaan itu sendiri. Sedangkan lingkungan bisnis eksternal atau makro terbagi menjadi dua bagian. Yakni yang bersifat makro seperti unsur terkait dengan politik, ekonomi, budaya dan sebagainya. Sedangkan yang satunya adalah lingkungan industri sejenis atau pasar. Untuk membuat strategi yang baik harus memahami unsur-unsur tersebut dengan baik. Karena juga ada analisis sensitivitas yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi perubahan yang ada. Dan mengenai proses manajemen, ada satu hal yang menarik dan sekiranya perlu mendapat perhatian dan pemahaman. Yakni bahwa interaksi yang terjadi di organisasi perusahaan melibatkan hubungan antar manusia. Antara karyawan tingkat atas, menengah dan bawah. Di dalamnya ada unsur emosi, naluri dan harga diri. Sehingga pantaslah kalau jargon ”working together with people”selalu dijunjung tinggi dalam proses manajemen.

Lingkungan tidak selalu tetap. Ada kalanya berubah. Sehingga perlu solusi adaptasi untuk menghadapinya. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan, yakni pelajari masa lalu, belajar dari industri lain dan sebuah perusahaan raksasa dalam industri sejenis, serta pelajari apa yang bisa menghancurkan perusahaan di masa mendatang. Secara umum tanggapan sebuah perusahaan terhadap lingkungan yakni; perusahaan kecil menciptakan pasar dan perusahaan besar mengembangkan pasar. Dan yang perlu diperhatikan juga yakni lingkungan bisnis itu bisa diprediksi/peramalan, tetapi juga bisa dibuat rekayasa. Bisa dengan proses edukasi.

Teori-teori manajemen


Tiga pandangan utama tentang manajemen dapat dikelompokkan berdasarkan pendekatan-pendekatan sebagai berikut :

• Pendekatan klasik (the classical approaches), yang dikenal sebagai aliran manajemen ilmiah (scientific management) dan teori organisasi klasik/prinsip-prinsip administrative (administrative principles) serta organisasi birokrasi (bureaucratic organization) yaitu pendekatan pada studi manajemen dengan prinsip-prinsip universal untuk berbagai situasi manajemen.

• Pendekatan sumber daya manusia (the human resources approaches), yang dikenal juga sebagai aliran perilaku, yaitu pendekatan pada studi manajemen tentang kebutuhan manusia, kerja kelompok serta peranan faktor-faktor social di tempat kerja.

• Pendekatan kauntitatif atau pendekatan ilmu manajemen (the quantitative or management science approaches), yaitu pendekatan pada studi manajemen dengan menggunakan teknik-teknik matematis dalam memecahkan masalah manajemen dalam sebuah organisasi.

• Pendekatan modern (modern approaches), yaitu pendekatan pada studi manajemen dengan pandangan system dan pemikiran kontingensi berdasarkan komitmen terhadap mutu dan kinerja yang tinggi

.1. Pendekatan Manajemen Klasik

Aliran klasik, terdiri dari :

a) Manajemen Ilmiah
Tokoh utama aliran ini adalah Frederick Winslow Taylor yang menulis buku “Scientific Management”. Taylor memberikan prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen dan mengembangkan teknik-teknik untuk mencapai efisiensi.

Empat prinsip dasar manajemen ilmiah, yaitu :

1. Pengembangan metode-metode ilmiah dalam manajemen, agar metode yang paling baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan dapat ditentukan

2. Seleksi ilmiah untuk karyawan, agar setiap karyawan dapat diberikan tanggung jawab atas suatu tugas sesuai dengan kemampuannya.

3. Pendidikan dan pengembangan ilmiah karyawan

4. Kerjasama yang baik antara manajemen dan karyawan
Teknik pencapaian efisiensi yang dikembangkan untuk melaksanakan prinsip-prinsiptersebut adalah studi gerak dan waktu, pengawasan fungsional, system upah perpotongan differensial, kartu instruksi, pembelian dengan spesifikasi dan standardisasi pekerjaan, peralatan, dan tenaga kerja.

b) Prinsip-Prinsip Administratif
Tokoh utama aliran ini adalah Henry Fayol, indsutrialis Perancis yang menulis buku “Administration Industriele et Generale”, mengemukakan lima unsur manajemen POACC (fungsionalisme Fayol)
Fayol membagi operasi perusahaan menjadi enam kegiatan yang saling bergantung yaitu :
1. Teknik, produksi dan manufacturing produk.
2. Komersial, pembelian bahan baku dan penjualan produk
3. Keuangan, perolehan dan penggunaan modal
4. Keamanan, melindungi para karyawan dan kekayaan perusahaan
5. Akuntansi, pelaporan dan pencatatan keuangan
6. Manajerial, penerapan fungsi POACC

Empat belas prinsip manajemen Fayol yaitu :

1. Pembagian kerja, spesialisasi meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja
2. Wewenang, hak untuk memberi perintah dan untuk dipatuhi
3. Disiplin, respek, dan ketaatan pada peranan dan tujuan organisasi
4. Kesatuan perintah, setiap karyawan hanya menerima intruksi tentang kegiatan tertentu dari seorang atasan.
5. Kesatuan pengarahan, operasi-operasi organisasi yang mempunyai tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana.
6. Meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan umum
7. Balas jasa, kompensasi untuk pekerjaan yang dilaksanakan harus adil bagi karyawan dan pemilik.
8. Sentralisasi, ada keseimbangan yang tepat antara sentralisasi (pengambilan keputusan terpusat) dan desentralisasi (memberikan peranan dalam pembuatan keputusan kepada karyawan
9. Rantai scalar, garis perintah dan wewenang yang jelas
10. Order, kebutuhan sumber daya harus ada pada waktu dan tempat yang tepat
11. Keadilan, harus ada persamaan perlakuan dalam organisasi
12. Kestabilan staff, tingkat perputaran karyawan yang tinggi tidak baik untuk perkembangan perusahaan.
13. Inisiatif, adanya kebebasan karyawan menjalankan pekerjaan sesuai rencana
14. Semangat korps, kesatuan adalah kekuatan, menekankan mendorong komunikasi lisan bila memungkinkan.
Marry Parker Follet memberikan pandangan terhadap prinsip-prinsip administratif dalam bukunya “Dynamic Administration : The Collected Papers of Mary Parker Follet” sebagai berikut :
• Tugas manajer adalah membantu karyawan untuk saling bekerja sama mencapai kepentingan-kepentingan yang terintegrasi
• Rasa memiliki terhadap perusahaan menciptakan rasa tanggung jawab kolektif
• Permasalahan dalam bisnis melibatkan banyak factor yang harus dipertimbangkan berkaitan dengan hubungan antar factor
• Pemberian pelayanan dan keuntungan perusahaan harus dikaitkan dengan kesejahteraan masyarakat

c) Teori Organisasi Birokratis, yang dikemukakan Max Waber menyatakan tentang konsep birokrasi yaitu : sebuah bentuk organisasi yang ideal dengan tujuan yang rasional serta sangat efisien yang didasarkan atas prinsip-prinsip yang masuk akal, teratur serta wewenang formal.

Beberapa karakteristik konsep birokrasi Weber, yaitu
• Pembagian tugas yang jelas,, pekerjaan ditentukan secara jelas menjadikan karyawan lebih terampil terhadap pekerjaan itu
• Hierarki wewenang yang jelas, posisi wewenang dan tanggung jawab ditentukan dengan jelas, setiap posisi melaporkan pada posisi lain yang lebih tinggi
• Aturan dan prosedur formal, petunjuk tertulis yang mengatur setiap perilaku dan keputusan dibuat secara formal
• Impersonal, aturan dan prosedur diterapkan secara menyeluruh, tidak ada yang mendapat perlakuan khusus
• Jenjang karier didasarkan atas kualitas, karyawan dipilih dan dipromosikan berdasarkan kemampuan dan kinerja, manajer harus karyawan yang professional.

1.2. Pendekatan Sumber Daya Manusia/Perilaku Manusia
Aliran ini muncul karena ketidakpuasan terhadap pendekatan klasik yang tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. Aliran ini berusaha melengkapi dengan pandangan sosiologi dan psikologi.
Tokoh yang terkenal pada aliran ini adalah Elton Mayo, melalui percobaan yang dilakukan di pabrik Hawthorne terhadap kondisi kerja sekelompok karyawan, Mayo menemukan bahwa hubungan manusiawi diantara anggota terpilih maupun dengan peneliti (pengawas) lebih penting dalam menentukan produktivitas, perhatian khusus dari manajemen puncak mendorong peningkatan motivasi mereka, daripada perubahan variabel seperti upah, jam kerja atau periode istirahat. Fenomena ini dikenal sebagai “Hawthorne effect”.

Pandangan studi Hawthorne Effect memunculkan bidang studi perilaku organisasi yaitu studi tentang indivisu dan kelompok dalam organisasi diantaranya muncul teori kebutuhan manusia oleh Abraham Maslow terhadap lima tingkatan kebutuhan manusia, yaitu :

Teori tersebut berdasarkan atas dua prinsip, pertama prinsip deficit, kebutuhan yang telah terpenuhi berhenti menjadi motivator dalam perilaku, kedua prinsip berurutan, kelima kebutuhan tersebut berurutan seperti suatu hirarki, suatu kebutuhan disetiap tingkatan akan muncul jika kebutuhan ditingkat yang lebih rendah sudah terpenuhi.

Douglas McGregor memberikan pandangan berdasarkan studi Hawthorne dan Maslow, yaitu teori X dan teori Y tentang sifat manusia di tempat kerja :

Teori X berasumsi bahwa karyawan :

• Tidak suka bekerja
• Tidak mempunyai ambisi
• Tidak bertanggung jawab
• Enggan untuk berubah
• Lebih suka dipimpin daripada memimpin

Teori Y berasumsi bahwa karyawan :

Suka bekerja
• Mampu mengendalikan diri
• Menyukai tanggung jawab
• Penuh imajinasi dan kreasi
• Mampu mengarahkan diri sendiri

Manajer yang berasumsi bahwa karyawan bersifat X akan bersikap sangat mengatur dan berorientasi pada pengendalian. Sikap ini mendorong karyawan bersikap pasif, tergantung dan mempunyai rasa enggan.

Manajer yang berasumsi bahwa karyawan bersifat Y akan bersikap mendorong karyawan untuk berpartisipasi, bertanggung jawab dan merasa bebas dan kraetif dalam melakukan pekerjaan mereka.

1.3. Pendekatan Management Science
Aliran kuantitatif (management science), merupakan ilmu manajemen yang berdasarkan teknik-teknik matematis untuk pemecahan masalah dan pembuatan keputusan, biasanya digunakan dalam kegiatan seperti penganggaran modal, manajemen aliran kas, scheduling produksi, pengembangan strategi produk, perencanaan program pengembangan sumber daya manusia dan sebagainya.

Langkah-langkah management science yaitu :
1. Perumusan masalah
2. Penyusunan suatu model matematis
3. Mendapatkan penyelesaian dari model
4. Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model
5. Penetapan pengawasan hasil-hasil
6. Pelaksanaan

Pendekatan manajemen kauntitatif mencakup karakteristik sebagai berikut ;
Konsentrasi pada pengambilan keputusan dan dampak akhir bagi tindakan manajemen
Penggunaan kriteria ekonomi dalam keputusan (biaya, pendpatan, deviden)
Penggunaan model matematis dengan hukum dan rumus yang canggih
Penggunaan computer untuk mempercepat proses

1.4. Pendekatan Manajemen Modern
Berkembangnya pendekatan dalam ilmu manajemen menunjukkan bahwa tidak ada satu teori yang dapat diterapkan secara universal dalam segala situasi. Perkembangan teori manajemen terus mengalami penyesuaian seiring tuntutan lingkungan organisasi yang berubah secara dinamis. Sehingga manajer dan organisasi harus menanggapi perbedaan-perbedaan tersebut melalui strategi manajerial memberi kesempatan terhadap perkembangan sejumlah bakat dan kemampuan anggota-anggota organisai. Landasan utama pendekatan ini adalah manajemen sebagai system dan manajemen dengan pendekatan kontingensi.

1) Pendekatan Sistem (System Approaches)
Pendekatan system dalam manajemen artinya memandang organisasi sebagai suatu satu kesatuan yang menyeluruh yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubngan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas. Pada dasarnya system merupakan sub system-sub system yang saling berhubungan dan saling bergantung.
Manajemen memandang system sebagai system tertutup dan system terbuka. Manajemen system tertutup memusatkan pada hubungan-hubungan dan konsistensi internal (kesatuan perintah, rentang kendali, wewenang dan delegasi) sedangkan system terbuka mempertimbangkan pengaruh lingkungan, tetapi secara fungsional tidak menghubungkannya dengan konsep-konsep dan teknik-teknik manajemen yang mengarahkan ke pencapaian tujuan.

2) Pendekatan Kontingensi (Contingency Approaches)
Pendekatan ini memandanga bahwa tugas manajer adalah mengidentifikasikan teknik mana pada situasi tertentu, di bawah keadaan tertentu dan pada waktu tertentu akan membantu pencapaian tujuan manajemen.
Perbedaan kondisi dan situasi membutuhkan aplikasi dan teknik manajemen yang berbeda, karena tidak ada teknik, prinsip dan konsep universal yang dapat diterapkan dalam seluruh kondisi. Pendekatan ini memasukkan variable-variabel lingkungan dalam analisanya, karena perbedaan kondisi lingkungan akan memerlukan aplikasi konsep dan teknik manajemen yang berbeda pula.

tugas manajemen umum 10

Formatif 10
Manajemen Umum

  1. Apa yang dimaksud dengan motivasi ?
Motivasi adalah dorongan untuk mencapai tujuan tertentu. Dorongan itu bisa saja berbentuk: antusiasme, harapan dan semangat. Semua yang kita lakukan setiap hari senantiasa dibayangi oleh adanya motivasi. Misalnya, seorang guru yang mengajar tentu saja memiliki motivasi mengajar, begitu pula seorang atlet memiliki motivasi bertanding, seorang pelajar dengan motivasi belajar, dan lain sebagainya.

  1. Gambarkan framework (kerangka kerja ) dari motivasi ?


kerangka kerja dari motivasi


  1. Gambarkan teori hirarki kebutuhan dari Maslow ?


                                               Teori hirarki kebutuhan dari maslow

  1. Jelaskan teori dua faktor dalam motivasi dari Herzberg ?
Teori motivasi dua faktor dikemukakan oleh oleh seorang psikolog bernama Herzberg. Dinamakan teori dua faktor karena memang Herzberg mengemukakan perlunya memperhatikan dua faktor sebagai bentuk motivasi yang akan diberikan kepada seseorang individu. Faktor-faktor tersebut yaitu:
- faktor yang menyebabkan ketidakpuasan (hygiene/maintenance) yaitu mempengaruhi konteks  tempat, contoh : Gaji, Kondisi kerja, dan Kebijaksanaan Perusahaan.
-  faktor-faktor penyebab kepuasan (motivator) yaitu berkaitan dengan isi pekerjaan dan imbalan prestasi kerja, contoh : Prestasi, Tanggung Jawab, Pengakuan, dan Kemajuan.
Menurut Marwansyah dan Mukaram (2000:157), Faktor hygiene tidak berhubungan langsung dengan kepuasan kerja, tetapi faktor hygiene berhubungan langsung dengan timbulnya ketidakpuasan kerja (dissatiesfier). Oleh karena itu, faktor-faktor hygiene tidak dapat digunakan sebagai alat motivasi, tetapi merupakan alat untuk menciptakan kondisi yang mencegah timbulnya ketidakpuasan.
  1. Jelaskan teori ekpektasi sebagai model dari motivasi ?
teori ekpektasi sebagai model dari motivasi,Teori ekspektasi rasional (rational expectations) diajukan pertama kali oleh John F. Muth pada tahun 1961 pada tulisannya yang berjudul “Rational Expectations and the Theory of Price Movements”. Teori ini kemudian dikembangkan oleh Robert E. Lucas Jr. untuk memodelkan bagaimana agen ekonomi melakukan peramalan di masa yang akan datang.
mengatakan Bahwa orang memilih bagaimana bertindak dari berbagai alternatif tingkahlaku, berdasarkan harapannya apakah ada keuntungan yang diperoleh dari tiap tingkah laku
 
nama : Andi ramos simbolon
npm  : 39110928
kelas : 1DB19
 

tugas manajemen umum 7

 
  1. Apa yang dimaksud dengan manajemen sumber daya manusia – human resource management (HRM) ?
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses yang secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.

  1. Sebutkan komponen – komponen dalam HRM dalam konteknya ?
·     Hiring competent & qualified employees Mempekerjakan karyawan yang kompeten & berkualitas
·     Assigning & classifying employees effectively Menetapkan & mengklasifikasikan karyawan secara efektif
·     Motivating employees to perform optimally Memotivasi karyawan untuk melaksanakan secara optimal
·     Stimulating employees professional growth & development Karyawan merangsang pertumbuhan & pengembangan profesional
·     Evaluating & compensating employees fairly Mengevaluasi & kompensasi karyawan secara adil
·     Rewarding employees for their efforts Penghargaan karyawan untuk usaha mereka
·     Providing in service education opportunities Memberikan pelayanan pendidikan dalam kesempatan

  1. Jelaskan tahapan seleksi sumber daya manusia ?
a)Wawancara pendahuluan
b)  Pengumpulan data pribadi
c)  Pengujian / Testing
d)  Wawancara lebih mendalam
e)  Pemeriksaan referensi-referensi prestasi
f)  Pemeriksaan kesehatan
g)  Keputusan pribadi
h)  Orientasi jabatan
i)  Promosi
j)  Transfer
k)  Penataran
l)  Lamaran-lamaran Pribadi
m)  Organisasi buruh atau karyawan
n)  Kantor penempatan tenaga kerja
o)  Sekolah/Pergurusn tinggi
p)  Perusahaan-perusahaan pesaing
q)  Migrasi dan Imigrasi
  1. Apa yang dimaksud dengan internal recruiting ? berikan contoh !
Internal recruiting adalah proses penarikan karyawan dan penyeleksian karyawan yang berasal dari karyawan dalam perusahaan itu sendiri.

  1. Apa yang dimaksud dengan external reckuiting ? berikan contoh !
External Recruiting adalah proses penarikan karyawan dan penyeleksian karyawan yang berasal dari luar perusahaan.


nama : Andi ramos simbolon
npm  : 39110928
kelas : 1DB19

tugas manajemen umum 6

Formatif  6
Manajemen Umum

  1. Sebutkan langkah – langkah proses perubahan di dalam organisasi menurut model Kurt Lewin’s ?
·  Pencairan tingkatan sekarang
·  Perpindahan ke tingkatan baru
·  Pembekuan / pemantapan tingkatan baru
Keyakinan bahwa kemauan dari subyek perubahan merupakan unsur penting baik dalam membuang perilaku lama, pencairan dan perpindahan ke perilaku baru.
Pencairan dan perpindahan secara garis besar sama dengan Action Research. Pencairan meliputi upaya memperlemah daya kekuatan membentuk perilaku organisasi masa kini. Menurut Rubin, pencairan memerlukan bentuk pertemuan konfrontatip bagi yang terkait dangan perubahan.
Perpindahan mencakup tindakan atas hasil langkah sebelumnya. Tindakan perpindahan menuju ke situasi yang lebih baik membutuhkan pengembangan perilaku, nilai – nilai dan sikap – sikap baru melalui perubahan struktur dan proses organisasi.
Pemantapan merupakan langkah terakhir dalam model tiga langkah dan menjadi titik perbedaan dengan Action Research. Pemantapan menciptakan kestabilan dalam organisasi dan memastikan cara – cara kerja baru yang mencakup proses sosialisasi.
Contoh :
·  Rekrutmen dan industri
·  Sistem imbalan
·  Penguatan budaya melalui penciptaan norma perilaku baru2. Proses reengineering meliputi beberapa tahapan, antara lain :
  1. Sebutkan langkah – langkah proses reengineering organisasi ?
-Mengindentifikasi kebutuhan pelanggan.
-Pemetaan dan pengukuran proses-proses yang ada.
-Menganalisis dan memodifikasi proses yang ada.
-Menentukan langkah-langkah inovasi.
-Merekayasa proses dan mengimplementasikan proses baru
  1. Apa yang dimaksud dengan Organization Development – OD ?

Perubahan , dalam bentuk pembaruan organisasi dan modernisasi, terus menerus terjadi dan mempunya pengaruh yang sangat dominan dalam masyarakat kini. Organisasi beserta warganya, yang membentuk masyakat modern , mau tidak mau harus beradaptasi terhadap arus perubahan ini. Perubahan perubahan yang terjadi pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat katagori , yaitu perkembangan teknologi, perkembangan produk, ledakan ilmu pengetahuan dan jasa yang mengakibatkan makin singkatnya daur hidup produk, serta perubahan sosial yang mempengaruhi perilaku, gaya hidup, nila nila dan harapan tiap orang.

  1. Sebutkan asumsi – asumsi dalam Organization Development ?
Ø  Manusia sebagai individu, Dua asumsi penting yang mendasari OD adalah bahwa manusia memiliki hasrat berkembang dan kebanyakan orang tidak hanya berpotensi , dan berkeinginan untuk berkontribusi sebanyak mungkin pada organisasi. OD bertujuan untuk menghilangkan faktor faktor dalam organisasi yang menghambat perkembangan dan menghalangi orang untuk berkontribusi demi tercapainya sasaran organisasi.
Ø  Manusia sebagai anggota dan pemimpin kelompok. Organisasi yang menerapkan OD harus berasumsi bahwa setiap orang dapat diterima dan diakui perannya oleh kelompok kerjanya. Dalam organisasi perlu ditumbuhkan keterbukaan agar para anggotanya dapat dengan leluasa mengungkapkan perasaannya dan pikirannya. Dalam keterbukaan , orang akan mendapatkan kepuasaan kerja yang lebih tinggi, sehingga dengan demikian performansi kelompok akan lebih efektif.
Ø  Manusia  sebagai wadah organisasi. Hubungan antar kelompok – kelompok dalam organisasi menentukan efektivitas masing masing kelompok tersebut. Misalnya bila komunikasi antar-kelompok hanya terjadi pada tingkat manajernya , koordinasi dan kerjasama akan kurang efektif daripada bila segenap anggota kelompok terlibat dalam interaksi.
  1. Sebutkan tehnik – tehnik Organization Development ?
Sensitivity training, merupakan teknik OD yang pertama diperkenalkan dan ayang dahulu paling sering digunakan. Teknik ini sering disebut juga T-group. Dalam kelompok kelomok T (singkatan training) yang masing masing terdiri atas 6 – 10 peserta, pemimpin kelompok (terlatih) membimbing peserta meningkatkan kepekaan (sensitivity) terhadap orang lain, serta ketrampilan dalam hubunga antar-pribadi.
Team Building, adalah pendekatan yang bertujuan memperdalam efektivitas serta kepuasaan tiap individu dalam kelompok kerjanya atau tim. Teknik team building sangat membantu meningkatkan kerjasama dalam tim yang menangani proyek dan organisasinya bersifat matriks.
Survey feedback. Dalam teknik sruvey feedback. Tiap peserta diminta menjawab kuesioner yang dimaksud untuk mengukur persepsi serta sikap mereka (misalnya persepsi tentang kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan mereka). Hasil surveini diumpan balikkan pada setiap peserta, termasuk pada para penyelia dan manajer yang terlibat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kuliah atau lokakarya yang mengevaluasi hasil keseluruhan dan mengusulkan perbaikan perbaikan konstruktif.
Transcational Analysis (TA). TA berkonsentrasi pada gaya komunikasi antar-individu. TA mengajarkan cara menyampaikan pesan yang jelas dan bertanggung jawab, serta cara menjawab yang wajar dan menyenangkan. TA dimaksudkan untuk mengurangi kebiasaan komunikasi yang buruk dan menyesatkan.
Intergroup activities. Fokus dalam teknik intergroup activities adalah peningkatan hubungan baik antar-kelompok.Ketergantungan antar kelompok, yang membentuk kesatuan organisasi, menimbulkan banyak masalah dalam koordinasi. Intergroup activities dirancang untuk meningkatkan kerjasama atau memecahkan konflik yang mungkin timbul akibat saling ketergantungan tersebut.
Proses Consultation. Dalam Process consultation, konsultan OD mengamati komunikasi , pola pengambilan keputusan , gaya kepemimpinan, metode kerjasama, dan pemecahan konflik dalam tiap unit organisasi. Konsultan kemudian memberikan umpan balik pada semua pihak yang terlibat tentang proses yang telah diamatinya , serta menganjurkan tindakan koreksi.
Grip OD. Pendekatan grip pada pengembangan organisasi di dasarkan pada konsep managerial grip yang diperkenalkan oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Konsep ini mengevaluasi gaya kepemimpinan mereka yang kurang efektif menjadi gaya kepemimpinan yang ideal, yang berorientasi maksimum pada aspek manusia maupun aspek produksi.
Third-party peacemaking. Dalam menerapkan teknik ini, konsultan OD berperan sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan berbagai cara menengahi sengketa, serta berbagai teknik negosiasi untuk memecahkan persoalan atau konflik antar-individu dan kelompok.

nama : Andi ramos simbolon
npm  : 39110928
kelas : 1DB19

tugas manajemen umum 4

Formatif 4

  1. Jelaskan teori motivasi ERG ?
Kebutuhan dikategorikan :
    • Existence (Eksistensi)
    • Relatedness (Keterkaitan)
    • Growth (Pertumbuhan)
Kebutuhan lebih tinggi mengalami kekecewaan, kebutuhan yang lebih rendah akan kembali walaupun sudah terpuaskan
  1. Mengapa motivasi seseorang dapat dipengaruhi, jelaskan ?
a.    Faktor penyebab ketidakpuasan (faktor hygiene)
Contohnya : Gaji, Kondisi kerja, dan Kabijaksanaan perusahaan.
b. Faktor penyebab kepuasan (faktor yang memotivasi)
Contohnya : Prestasi, pengakuan, tanggung jawab, dan kemajuan
  1. Apa yang dimaksud dengan motivasi dan memotivasi ?
Motivasi yaitu Berbagai faktor yang menyebabkan, meyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku individual.
Memotivasi yaitu Proses manajemen untuk mempengaruhi tingkah laku manusia berdasarkan pengetahuan mengenai ”apa yang membuat orang bergerak”
  1. Jelaskan proses pembuatan keputusan secara teori ?
Pengamatan Situasi, contohnya : Definisikan masalah, Diagnotis penyebab,      Tentukan tujuan keputusan.
-Kembangkan Alternatif, contohnya : cara alternatif secara kretif, jangan mengevaluasi dulu.
-Implementasikan keputusan dan monitor hasil, contohnya : Rencanakan implementasi, implementasi rencana, Monitor implementasi dan buat penyesuaian yang perlu.
-Mengevaluasi alternatif dan Memilih yang terbaik, contohnya : Evaluasi Alternatif, pilih alternatif tebaik.

  1. Sebutkan dan jelaskan kondisi – kondisi dimana keputusan harus dibuat ?
-Kepastian yaitu Kondisi pengambilan keputusan saat seorang manajer mempunyai informasi yang akurat, dapat diukur dan dapat diandalkan tentang hasil dari berbagai alternatif yang sedang dipertimbangkan.
-Resiko yaitu kondisi pembuatan keputusan yang didalamnya manajer mengetahui probabilitas suatu alternatif tertentu akan mengarah pada sasaran.
-Ketidakpastian yaitu kondisi pembuatan keputusan ketika manajer menghadapi kondisi eksternal yang tidak dapat diramalknama : Andi ramos simbolon
npm  : 39110928
kelas : 1DB19

tugas 2 manajemen umum

Manajemen umum 

Tugas ke 2


Manajemen/Pengantar manajemen

1.     Sebutkan alasan utama diperlukannya manajemn dalam suatu organisasi atau perusahaan ?
Karena,manajemen adalah suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi untuk mencapai tujuan yang sama.

2.     Sebutkan definisi manajemen menurut James A.F. Stoner dan Mary Farker Follet ?
Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Mary Parker Follet, manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan
melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer
mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.

3.     Sebutkan tingkatan manajemen dan beri contoh  ?
- Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
- Manajemen tingkat menengah (middle management) mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
- Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).

4.     Jelaskan fungsi-fungsi manajemen ?
Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha
5.     Sebutkan peran-peran manajer dalam manajemen sebagai “ Pengambil keputusan “ ?
-wiraswastawan
-
penangkalan kesulitan atau gangguan
-pengalokasian sumber daya
-negotiator




6.     Berdasarkan sejarah perkembangan teori manajemen, sebutkan aliran pemikiran atau mahzab manajemen ?
Aliran pemikiran atau mahzab manajemen
·     Aliran klasik
a.manajemen ilmiah
b.teori organisasi klasik
·               Aliran neoklasik (manusia manusiawi)

7.     Sebutkan unsur-unsur lingkungan external makro yang dapat mempengaruhi secara langsung terhadap organisasi atau perusahaan ?
unsur lingkungan eksternal yang berpengaruh langsung pada organisasi, yaitu:
1.       Competitor (pesaing)
2.       Customer (pelanggan)
3.       Labor supply (pasar tenaga kerja)
4.       Financial institutions (lembaga keuangan)
5.       Suppliers (penyedia)
6.       Government delegation (perwakilan pemerintah)

8.     Sebutkan fungsi dari tujuan organisasi ?
a. Pedoman bagi kegiatan
b. Sumber Legitimasi
c. Standar Pelaksanaan
d. Sumber motivasi
e. Dasar rasional pengorganisasian

9.     Sebutkan factor yang mempengaruhi keputusan pada masalah kode etik ?
a)   hukum
b)   peraturan-peraturan pemerintah
c)   kode etik industri dan perusahaan
d)   tekanan-tekanan sosial

10. Jelaskan cara lingkungan ekternal makro mempengaruhii suatu organisasi ?
  1. Mempengaruhi suatu organisasi secara langsung atau tidak langsung melalui satu atau lebih unsure-unsur lingkungan eksternal mikro.
  2. Unsur lingkungan makro menciptakan iklim dimana organisasi ada dan harus memberikan tanggapan.
     
     
    nama : Andi ramos simbolon
    npm  : 39110928
    kelas : 1DB19

tugas 1 manajemen umum


Manajemen Umum
Tugas pertama

  1. Mengapa kita perlu mempelajari ilmu manajemen, jelaskan ?
Karna ilmu ini dapat memberikan pemahaman tentang  tata cara penting dalam rneneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan manajer.
  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan :
    1. Manager : seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai tujuan/sasaran organisasi.
    2. Wiraswata : orang yang memiliki pribadi hebat, produktif, kreatif, melaksanakan kegiatan perencanaan bermula dari ide sendiri, kemudian mengembangkan kegiatannya dengan menggunakan tenaga orang lain dan selalu berpegang pada nilai-nilai disiplin dan kejujuran yang tinggi.
    3. Wirausaha : suatu usaha yg dijalankan sendiri dengan konsep dasar dewirausahaan memanfaatkan peluang-peluang untuk menciptakan usaha baru yang inovatif sehingga usaha yang dikelola berkembang menjadi besar dan mandiri dalam menghadapi tantangan-tantangan persaingan.
    4. Supervisi : mengawasi, meneliti, dan memeriksa yang dipandang sebagai proses dinamis dengan memberikan dorongan dan berpartisipasi dalam pengembangan diri staf dan pelaksanaan keperawatan
  2. Jelaskan 10 peran dari manajer ?
 seorang ahli riset ilmu manajemen (Henry Mintzberg) mengemukakan bahwa ada sepuluh peran dari manajer.Dari kesepuluh peran itu dikelompokkan ke dalam tiga kelompok :
1.Peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.
2.Peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.
3.Peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.
  1. Jelaskan tingkatan manajer dalam manajemen ?
·       Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
·                 Manajemen tingkat menengah (middle management) mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
·               Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).
  1. Coba jelaskan menurut saudara, efisiensi memberikan dampak positif dan keunggulan bagi suatu organisasi ?
            Efisiensi beraggapan bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.dengan efisiensi kita dapat mengevaluasi dengan penilaian-penilaian relative dan membandingkan antara pemasukan dan pengeluaran yang diterima.
 
 
nama : Andi ramos simbolon
npm  : 39110928
kelas : 1DB19